SOSIALISASI RELAWAN PSGAD UIN SIBER SYEKH NURJATI CIREBON DALAM RANGKA PELAKSANAAN PENGENALAN BUDAYA DAN KEMAHASISWAAN (PBAK)

SOSIALISASI RELAWAN PSGAD UIN SIBER SYEKH NURJATI CIREBON DALAM RANGKA PELAKSANAAN PENGENALAN BUDAYA DAN KEMAHASISWAAN (PBAK)

SOSIALISASI RELAWAN PSGAD UIN SIBER SYEKH NURJATI CIREBON DALAM RANGKA PELAKSANAAN PENGENALAN BUDAYA DAN KEMAHASISWAAN (PBAK)

Cirebon, 27 agustus 2026 — Dalam rangka pelaksanaan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, mahasiswa baru memperoleh pembekalan mengenai pemahaman gender, pengenalan kekerasan seksual, serta mekanisme pelaporan apabila mengalami atau mengetahui adanya tindakan kekerasan seksual di lingkungan kampus. Kegiatan sosialisasi PSGAD kepada mahasiswa baru tahun 2026 telah dilaksanakan di beberapa fakultas, yaitu Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam (FDKI), Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK), Fakultas Syariah (FASYA), dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI), baik dalam rangkaian PBAK maupun kegiatan meet up. Pelaksanaan kegiatan berlangsung di Halaman Rektorat, Halaman Ma’had UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Aula Terbuka Gedung Kesenian Nyimas Rarasantang, serta Auditorium Pascasarjana lantai 3.

Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman kepada mahasiswa baru mengenai konsep seks dan gender, kesetaraan gender, berbagai bentuk kekerasan seksual, serta langkah yang dapat dilakukan untuk memperoleh bantuan dan melaporkan dugaan kekerasan seksual. Materi juga memperkenalkan keberadaan dan peran Pusat Studi Gender, Anak, dan Disabilitas (PSGAD) sebagai lembaga yang dapat menjadi ruang informasi dan layanan bagi mahasiswa. Dalam penyampaiannya, mahasiswa diberikan pemahaman bahwa perbedaan seks berkaitan dengan aspek biologis, sedangkan gender berkaitan dengan peran dan pandangan yang terbentuk melalui kehidupan sosial. Mahasiswa juga diarahkan untuk membangun relasi yang saling menghormati, tidak takut mencari pertolongan, serta mengetahui saluran pelaporan yang tersedia melalui PSGAD. Melalui rangkaian sosialisasi ini, diharapkan mahasiswa baru memiliki bekal untuk menjaga diri, menghormati sesama, dan turut menciptakan lingkungan akademik yang aman, inklusif, dan bebas dari kekerasan seksual.

Melalui pelaksanaan sosialisasi PSGAD kepada mahasiswa baru di berbagai fakultas, diharapkan mahasiswa memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai gender, pencegahan dan penanganan kekerasan seksual, serta isu disabilitas di lingkungan perguruan tinggi. Kegiatan ini juga diharapkan dapat mendorong terciptanya lingkungan akademik yang aman, nyaman, inklusif, dan bebas dari kekerasan serta diskriminasi.

Keberhasilan upaya mewujudkan kampus yang inklusif tentu memerlukan dukungan dan kerja sama dari berbagai pihak. Oleh karena itu, diperlukan sinergi antara PSGAD, pimpinan fakultas, jurusan, organisasi mahasiswa, relawan, serta seluruh sivitas akademika untuk memperluas edukasi dan pengenalan layanan PSGAD. Ke depan, PSGAD juga terbuka untuk berkolaborasi dalam berbagai kegiatan orientasi mahasiswa baru maupun kegiatan kemahasiswaan lainnya sebagai bagian dari upaya memperkuat budaya kampus yang aman, setara, dan ramah bagi seluruh mahasiswa.

Jurnal Harian

Jurnal Harian
Hari/Tanggal Waktu Durasi Kegiatan Tempat
Kamis, 20 Agustus 2026 10.00 s.d. 12.00 WIB 3 jam Sosialisasi PSGAD kepada mahasiswa baru 2026 di FEBI Auditorium Pascasarjana Lt. 3
Minggu, 23 Agustus 2026 13.00 s.d.14.00 WIB 1 jam Sosialisasi PSGAD kepada mahasiswa baru 2026 di FASYA Aula Terbuka Gedung Kesenian Nyimas Rarasantang
Kamis, 27 Agustus 2026 10.00 s.d. 12.00 WIB 3 jam Sosialisasi PSGAD kepada mahasiswa baru 2026 di FDKI dan FITK Halaman Rektorat dan Halaman Ma’had
Baca Juga:  Prof. Hajam dan Prof. Asmuni Jalin Penelitian Kolaboratif dengan Akademisi Malaya University

 

Poin-poin Kunci yang Wajib Disampaikan (Key Messages):
Poin-poin Kunci yang Wajib Disampaikan (Key Messages):
  1. PSGAD merupakan bagian dari upaya menciptakan lingkungan kampus yang aman, inklusif, dan bebas dari kekerasan.
  2. Mahasiswa perlu memahami perbedaan antara seks dan gender.
  3. Seks berkaitan dengan karakteristik biologis, sedangkan gender berkaitan dengan peran dan pandangan yang terbentuk melalui konstruksi sosial.
  4. Kekerasan seksual dapat terjadi di berbagai tempat dan dilakukan oleh berbagai pihak, termasuk orang yang dikenal maupun orang yang berada di lingkungan pendidikan.
  5. Mahasiswa perlu mampu mengenali bentuk-bentuk kekerasan seksual dan tidak menganggap tindakan yang membuat seseorang tidak nyaman sebagai hal yang wajar.
  6. Mahasiswa tidak perlu takut untuk mencari pertolongan dan melaporkan apabila mengalami atau mengetahui dugaan kekerasan seksual.
  7. Pelaporan dapat dilakukan melalui saluran layanan PSGAD sesuai dengan kondisi dan kebutuhan mahasiswa.
  8. Membangun relasi yang saling menghormati, aman, dan setara merupakan tanggung jawab seluruh sivitas akademika.
  9. Mahasiswa baru diharapkan menjadi bagian dari upaya pencegahan kekerasan seksual di lingkungan kampus.

Daftar Narasumber Utama yang Bisa Dikutip:

Daftar Narasumber Utama yang Bisa Dikutip:
  1. Hj. Masri’ah, M.Ag. – Kepala Pusat Studi Gender, Anak, dan Disabilitas (PSGAD) LP2M UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon.
  2. Mumtaz Afridah, M.Psi. – Tim Dosen Pusat Studi Gender, Anak, dan Disabilitas (PSGAD) LP2M UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon.
  3. Rifaniola Azzahra – Ketua Relawan Pusat Studi Gender, Anak, dan Disabilitas (PSGAD).
Kutipan (Quote) dari Narasumber
Kutipan (Quote) dari Narasumber
  1. Hj. Masri’ah, M.Ag. – Kepala PSGAD LP2M UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

“Pemahaman mengenai seks dan gender penting dimiliki mahasiswa agar mampu melihat perbedaan secara tepat serta memahami bahwa banyak peran yang berkembang di masyarakat merupakan konstruksi sosial.”

“Kekerasan seksual dapat terjadi di berbagai tempat dan dilakukan oleh berbagai pihak. Karena itu, mahasiswa perlu memiliki pengetahuan untuk mengenali kekerasan seksual dan tidak takut untuk mencari pertolongan ketika mengalaminya.”

  1. Mumtaz Afridah, M.Psi. – Tim Dosen Pusat Studi Gender, Anak, dan Disabilitas (PSGAD) LP2M UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon.

“pembekalan dalam kegiatan PBAK ini, mahasiswa baru diharapkan semakin memahami konsep seks dan gender, mengenali berbagai bentuk kekerasan seksual, serta mengetahui langkah yang dapat ditempuh untuk memperoleh bantuan. Pengetahuan tersebut diharapkan menjadi bekal bagi mahasiswa dalam menjaga diri, menghormati sesama, serta turut membangun lingkungan akademik UIN Siber Syekh Nurjati Cireobon yang aman, inklusif, dan bebas dari kekerasan seksual. “stop kekerasan seksual, jangan jadi korban, haram jadi pelaku”.

  1. Rifaniola Azzahra – Ketua Relawan Pusat Studi Gender, Anak, dan Disabilitas (PSGAD)

Pengenalan PSGAD kepada mahasiswa baru merupakan langkah awal agar mahasiswa mengetahui bahwa mereka memiliki ruang untuk mendapatkan informasi, pendampingan, dan bantuan ketika menghadapi persoalan terkait kekerasan, gender, maupun disabilitas.”

“Melalui sosialisasi ini, kami berharap mahasiswa baru tidak hanya mengenal PSGAD, tetapi juga memiliki keberanian untuk saling menghormati, menjaga lingkungan kampus, dan bersama-sama mencegah terjadinya kekerasan seksual.”

Scroll to Top