LP2M UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon Gelar Monitoring Internal Riset Indonesia Bangkit Hari Kedua

LP2M UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon Gelar Monitoring Internal Riset Indonesia Bangkit Hari Kedua

LP2M UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon Gelar Monitoring Internal Riset Indonesia Bangkit Hari Kedua

Monitoring Internal Riset Indonesia Bangkit Hari Kedua

Lp2m.uinssc.ac.id – Monitoring internal hari kedua dipimpin oleh Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Industri Mujib Ubaidillah, M.Pd. sebagai penanggung jawab kegiatan. Kegiatan monitoring hari kedua berlangsung Jumat, 4 September 2026, pukul 09.00 hingga 11.00 WIB di Ruang Meeting LP2M Cirebon. Monitoring diselenggarakan untuk memantau perkembangan proses penelitian sekaligus memastikan pelaksanaan riset berjalan sesuai ketentuan dan target program yang ditetapkan. Program pendanaan tersebut merupakan kolaborasi Kementerian Agama dan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan Kementerian Keuangan pada tahun anggaran 2026. Pelaksanaan monitoring internal ini menjadi bagian penguatan kualitas riset dan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi di lingkungan universitas berkelanjutan.

Penelitian Smart Farming dan Teknologi Finansial Halal

Penelitian berjudul Transformasi Ekonomi Pertanian Purba Berbasis Syariah Melalui Penerapan Smart Farming dan Teknologi Finansial Halal untuk Ketahanan Pangan. Riset tersebut mengangkat penerapan smart farming dan teknologi finansial halal sebagai pendekatan mendukung ketahanan pangan melalui perspektif ekonomi syariah. Prof. Dr. Abdul Aziz, S.Ag., S.M., M.Ag. tercatat sebagai ketua tim peneliti pada kegiatan Monitoring Internal Riset Indonesia Bangkit. Reviewer yang ditugaskan adalah Dr. Ir. Mokhamad Amin Hariyadi, M.T. dari UIN Maulana Malik Ibrahim Malang untuk penelitian tersebut. Penetapan peneliti dan reviewer tersebut tercantum dalam Keputusan Rektor UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon Nomor 1913 Tahun 2026.

Presentasi Tim Peneliti dan Penilaian Reviewer

Kegiatan diawali dengan arahan Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Industri Mujib Ubaidillah, M.Pd. sebelum presentasi tim peneliti dimulai. Selanjutnya, tim peneliti menyampaikan presentasi mengenai perkembangan pelaksanaan riset dalam sesi yang dijadwalkan selama tiga puluh menit kepada reviewer. Tim peneliti sebelumnya diarahkan mempersiapkan presentasi maksimal sepuluh menit dengan sepuluh slide PowerPoint serta laporan keuangan sementara sesuai ketentuan. Agenda berikutnya berupa diskusi dan tanya jawab bersama panitia selama satu jam untuk membahas perkembangan penelitian secara lebih mendalam. Pada tahap akhir, reviewer melakukan entry penilaian sebagai bagian evaluasi Program Pendanaan Riset Indonesia Bangkit Tahun Anggaran 2026 tersebut.

Baca Juga:  Prof. Dr. Kartimi M.Pd Paparkan Analisis Pengukuran Model Rasch pada Konferensi PROMS 2025 di Singapura: Mengungkap Persepsi Guru tentang Nature of Science

Pembahasan Capaian dan Tindak Lanjut Penelitian

Selain presentasi, monitoring juga membahas capaian penelitian, kendala pelaksanaan, penggunaan anggaran, serta bukti pendukung yang telah disiapkan tim peneliti. Pembahasan tersebut membantu reviewer memperoleh gambaran menyeluruh mengenai perkembangan riset berdasarkan tahapan kegiatan dan target luaran yang telah ditetapkan. Tim peneliti menyampaikan perkembangan penelitian sekaligus menjelaskan berbagai kendala yang muncul selama proses pelaksanaan kegiatan riset berlangsung sampai sekarang. Reviewer memberikan ruang diskusi untuk memperdalam informasi terkait capaian, risiko, solusi, dan rencana tindak lanjut penelitian pada tahap berikutnya. Hasil pembahasan menjadi bahan penilaian internal sekaligus dasar evaluasi terhadap pelaksanaan Program Pendanaan Riset Indonesia Bangkit Tahun Anggaran 2026.

Ketahanan Pangan dan Kontribusi terhadap SDGs

Pelaksanaan monitoring menekankan kesesuaian riset dengan proposal, tahapan, jadwal, instrumen, serta ketentuan Program Pendanaan Riset Indonesia Bangkit yang berlaku. Dokumen pendukung meliputi rencana kegiatan, realisasi pelaksanaan, capaian luaran, penggunaan anggaran, bukti kegiatan, dan dokumentasi penelitian yang relevan lainnya. Tim periset juga perlu menyampaikan perkembangan publikasi, HKI, luaran lainnya, kendala, risiko, solusi, serta rencana tindak lanjut penelitian terkait. Penelitian tentang smart farming dan teknologi finansial halal memiliki relevansi dengan penguatan ketahanan pangan serta inovasi teknologi berkelanjutan Indonesia. Keterkaitan tersebut mendukung SDG 2 melalui penguatan ketahanan pangan serta SDG 9 melalui inovasi teknologi untuk pembangunan berkelanjutan Indonesia. []

Scroll to Top