KKN Pendampingan Proses Produk Halal UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon Perkuat Literasi Halal Bersama BPJPH

Lp2m.uinssc.ac.id – Universitas Islam Negeri Siber Syekh Nurjati Cirebon melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) terus memperkuat kolaborasi strategis dalam pengembangan ekosistem halal nasional. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan koordinasi kolaborasi Kuliah Kerja Nyata (KKN) Pendampingan Proses Produk Halal bersama Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kementerian Agama Republik Indonesia di Kantor BPJPH, Jakarta Timur, pada 25–26 Mei 2026.
Kegiatan ini menjadi langkah awal persiapan pelaksanaan program KKN halal yang direncanakan berlangsung pada 13–21 Agustus 2026. Program tersebut diproyeksikan melibatkan sekitar 400–500 mahasiswa untuk mendukung penguatan literasi halal dan pendampingan sertifikasi halal di tengah masyarakat.
Penguatan Kolaborasi KKN Halal Bersama BPJPH
Koordinasi tersebut membahas skema pelaksanaan KKN Pendampingan Proses Produk Halal yang akan melibatkan mahasiswa secara aktif dalam proses edukasi dan pendampingan sertifikasi halal di tingkat desa. Program ini juga menjadi bagian dari penguatan sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah dalam mendukung pengembangan ekosistem halal nasional.
Dalam kegiatan tersebut, Deputi Bidang Registrasi dan Sertifikasi Halal BPJPH, Dr. H. Mamat Slamet Burhanudin, M.Ag., menekankan pentingnya keterlibatan perguruan tinggi dalam meningkatkan literasi halal masyarakat.
“Keterlibatan mahasiswa dalam KKN halal diharapkan mampu memperluas literasi halal masyarakat sekaligus membantu percepatan sertifikasi halal pelaku usaha di daerah,” ujarnya.
Selain memperkuat kolaborasi kelembagaan, program ini juga menjadi upaya strategis dalam mendukung implementasi kebijakan pemerintah terkait percepatan sertifikasi halal bagi pelaku usaha mikro dan kecil.
Literasi Halal dan Pendampingan Sertifikasi Halal di Desa
Program KKN halal dirancang untuk memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, khususnya pelaku usaha mikro dan kecil di desa. Mahasiswa nantinya akan mendampingi proses administrasi sertifikasi halal sekaligus memberikan edukasi mengenai pentingnya jaminan produk halal.
Kegiatan tersebut diharapkan mampu meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap prosedur sertifikasi halal yang kini menjadi kebutuhan penting dalam penguatan daya saing produk lokal.
Dalam koordinasi tersebut juga disampaikan bahwa kuota sertifikasi halal wilayah Jawa Barat untuk bulan Juni 2026 telah habis. Namun, kuota baru akan kembali tersedia pada Juli 2026 melalui program Sehati. Informasi tersebut menjadi perhatian penting dalam penyusunan strategi pendampingan mahasiswa di lapangan.
Melalui program ini, mahasiswa tidak hanya menjalankan pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga memperoleh pengalaman praktis terkait proses sertifikasi halal. Pengalaman tersebut dinilai relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan pengembangan kompetensi lulusan.
Pelatihan LP3H untuk Mendukung Kompetensi Mahasiswa
Sebelum diterjunkan ke lokasi KKN, mahasiswa akan mengikuti pelatihan dari Lembaga Pendamping Proses Produk Halal (LP3H). Pelatihan tersebut bertujuan membekali mahasiswa dengan pemahaman teknis mengenai alur sertifikasi halal, pendampingan pelaku usaha, serta tata cara verifikasi dokumen halal.
Pembekalan ini menjadi bagian penting agar mahasiswa mampu menjalankan tugas pendampingan secara profesional dan tepat sasaran. Dengan demikian, mahasiswa dapat memberikan kontribusi nyata dalam membantu pelaku usaha memperoleh sertifikat halal.
Program ini juga menjadi sarana pembelajaran kontekstual yang menghubungkan teori akademik dengan praktik lapangan. Mahasiswa diharapkan mampu mengembangkan kemampuan komunikasi, pemberdayaan masyarakat, serta pemetaan kebutuhan pelaku usaha di desa.
Ketua tim pendampingan menyampaikan bahwa KKN halal tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga penguatan karakter mahasiswa sebagai agen perubahan di masyarakat.
Peluang Mahasiswa Menjadi Pendamping Proses Produk Halal (P3H)
Program KKN Pendampingan Proses Produk Halal juga membuka peluang pengembangan karier bagi mahasiswa setelah lulus. Pengalaman dan pelatihan yang diperoleh selama kegiatan dapat menjadi bekal untuk mengikuti sertifikasi sebagai Pendamping Proses Produk Halal (P3H).
Keberadaan P3H saat ini sangat dibutuhkan untuk mendukung percepatan sertifikasi halal nasional. Oleh karena itu, keterlibatan mahasiswa sejak masa kuliah dinilai strategis dalam menciptakan sumber daya manusia yang kompeten di bidang halal.
Melalui kolaborasi ini, LP2M UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon berharap program KKN halal mampu memberikan dampak berkelanjutan bagi masyarakat sekaligus memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam pembangunan ekosistem halal Indonesia.
Program tersebut juga menjadi bentuk komitmen kampus dalam mendukung kebijakan pemerintah terkait penguatan jaminan produk halal dan pemberdayaan masyarakat berbasis ekonomi halal. []



