Peringati Hari Anak Nasional 2026, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon Dorong Peran Aktif Orang Tua dalam Mendampingi Anak di Era Artificial Intelligence

Lp2m.uinssc.ac.id – Pesatnya perkembangan teknologi digital, khususnya kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI), telah membawa perubahan besar dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk pola tumbuh kembang anak. Di balik berbagai kemudahan yang ditawarkan, penggunaan AI juga menghadirkan tantangan yang memerlukan perhatian bersama, terutama dari keluarga dan dunia pendidikan.
Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional Tahun 2026, Pusat Studi Gender, Anak, dan Disabilitas (PSGAD) LP2M UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon bekerja sama dengan Ikatan Keluarga Alumni (IKA) UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon serta Pusat Karir menyelenggarakan Seminar Hari Anak Nasional bertema “Merawat Masa Depan Anak di Era Kecerdasan Artifisial”. Kegiatan yang dilaksanakan di Lantai 3 Gedung LP2M pada Kamis (30/7/2026) ini diikuti oleh dosen, mahasiswa, pendidik, orang tua, dan masyarakat sebagai wadah untuk memperkuat literasi mengenai pengasuhan anak di tengah transformasi digital.
Seminar Hari Anak Nasional: Membangun Kesadaran Pengasuhan di Era AI
Acara diawali dengan pembukaan, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, dilanjutkan sambutan Ketua PSGAD, Dr. Hj. Masriah, M.Ag., serta pembukaan resmi oleh Dr. Hj. Mumun Munawaroh, Sekretaris IKA UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon. Dalam sambutannya, Ketua PSGAD menegaskan bahwa perkembangan teknologi harus diimbangi dengan peningkatan literasi digital serta pola pengasuhan yang adaptif agar teknologi dapat dimanfaatkan sebagai sarana belajar yang positif bagi anak.
Seminar menghadirkan dua narasumber, yaitu Dr. Naeila Rifatil Muna, M.Pd.I., M.Psi., seorang psikolog, serta Dr. Dian Novitasari H., MARS. Keduanya membahas berbagai tantangan yang dihadapi anak pada era digital, mulai dari penggunaan media sosial, pemanfaatan AI dalam kehidupan sehari-hari, hingga pentingnya komunikasi yang sehat antara orang tua dan anak sebagai fondasi utama dalam membangun karakter generasi masa depan.
Peran Orang Tua Tetap Menjadi Kunci di Tengah Kemajuan Teknologi
Dalam pemaparannya, Dr. Naeila menjelaskan bahwa kecerdasan artifisial merupakan teknologi yang memberikan banyak manfaat apabila dimanfaatkan secara bijaksana. Namun demikian, kehadiran teknologi tidak dapat menggantikan peran orang tua dalam memberikan kasih sayang, perhatian, dan pendampingan kepada anak. Ia menekankan bahwa komunikasi yang terbuka, keteladanan dalam penggunaan teknologi, serta pemahaman orang tua terhadap dunia digital menjadi faktor penting dalam membentuk perilaku anak yang sehat di era AI.
Kolaborasi Semua Pihak untuk Mewujudkan Lingkungan Ramah Anak
Sementara itu, Dr. Dian Novitasari menyoroti pentingnya membangun lingkungan yang aman, inklusif, dan ramah anak melalui kolaborasi antara keluarga, sekolah, pemerintah, serta masyarakat. Menurutnya, perlindungan anak merupakan tanggung jawab bersama yang memerlukan sinergi seluruh elemen agar anak dapat tumbuh dan berkembang secara optimal di tengah kemajuan teknologi.
Suasana seminar berlangsung interaktif. Peserta aktif mengajukan pertanyaan terkait pola pengasuhan di era digital, pemanfaatan AI dalam dunia pendidikan, hingga strategi menghadapi berbagai dampak negatif teknologi terhadap anak. Diskusi tersebut memperkuat pemahaman bahwa perkembangan teknologi tidak dapat dihindari, tetapi harus diiringi dengan penguatan karakter, literasi digital, serta pendampingan yang berkelanjutan dari orang tua dan pendidik.
Komitmen PSGAD LP2M UINSSC Mewujudkan Ekosistem Perlindungan Anak
Melalui penyelenggaraan seminar ini, PSGAD LP2M bersama IKA dan Pusat Karir menunjukkan komitmen UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dalam membangun budaya perlindungan anak sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengasuhan yang adaptif di era kecerdasan artifisial. Kegiatan ini diharapkan mampu mendorong terciptanya ekosistem pendidikan yang inklusif, berorientasi pada perkembangan teknologi, namun tetap menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan dan kasih sayang sebagai fondasi utama pembentukan karakter generasi masa depan.
Mendukung Pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs)
Selain menjadi rangkaian peringatan Hari Anak Nasional 2026, seminar ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera), SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), SDG 5 (Kesetaraan Gender), dan SDG 16 (Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh) melalui penguatan perlindungan anak, literasi digital, serta pembangunan lingkungan yang aman dan ramah anak. []



