PSGAD UIN SCC bersama Mubadalah.id Gelar Workshop “Menulis dan Membumikan Isu Disabilitas melalui Media Populer dan Platform Digital”

PSGAD UIN SCC bersama Mubadalah.id Gelar Workshop “Menulis dan Membumikan Isu Disabilitas melalui Media Populer dan Platform Digital”

PSGAD UIN SCC bersama Mubadalah.id Gelar Workshop “Menulis dan Membumikan Isu Disabilita

Cirebon, 20 Oktober 2025 — Sebanyak 35 peserta dari berbagai latar belakang—termasuk akademisi, santri, aktivis, dan pegiat media—mengikuti Workshop “Menulis dan Membumikan Isu Disabilitas melalui Media Populer dan Platform Digital” yang digelar di Hotel Grand Tryas Cirebon, Senin (20/10).

Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi Pusat Studi Gender, Anak, dan Disabilitas (PSGAD) UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon bersama Mubadalah.id, dan akan berlangsung selama dua hari hingga 21 Oktober 2025. Rangkaian acara ini mencakup workshop menulis, bapak karya, serta seminar nasional yang diselenggarakan di Gedung Cyber UIN SSC.

Dalam sambutannya, Pemimpin Redaksi Mubadalah.id, Zahra Amin, menyampaikan apresiasi kepada pihak kampus atas dukungan penuh terhadap kegiatan ini. Ia menegaskan bahwa menulis isu disabilitas dengan perspektif trilogi KUPI (Kesetaraan, Keadilan, dan Kemanusiaan) merupakan langkah penting untuk memperluas pemahaman publik.

Zahra Amin: Mari Menulis dan Membumikan Isu Disabilitas

Kegiatan ini menjadi upaya awal untuk mempopulerkan isu disabilitas di ruang publik, sebagaimana dulu kita juga melakukan mainstreaming isu gender. Harapannya, peserta mampu menulis dan membuat konten kreatif yang mengangkat pengalaman serta keresahan temanteman difabel,” ujar Zahra.

Zahra menambahkan, peserta workshop akan dilibatkan secara langsung dalam pembuatan artikel populer dan konten kreatif digital bertema disabilitas. Para peserta juga akan menjadi kontributor resmi Mubadalah.id, baik sebagai penulis di website maupun kreator di media sosial.

Kami berharap konsistensi dan komitmen peserta tidak berhenti di dua hari pelatihan ini. Teruslah menulis dan membuat konten positif yang berpihak pada kemanusiaan,” tambahnya.

Kolaborasi Akademik untuk Inklusi dan Keadilan Difabel

Sementara itu, Kepala PSGAD UIN SSC, Dr. Masriah, M.Ag, mengungkapkan rasa bangga atas kolaborasi ini. Menurutnya, tema disabilitas masih relatif baru dalam lingkup akademik sehingga perlu diperkenalkan secara luas, terutama kepada kalangan muda.

Peserta kali ini adalah orang-orang terpilih dari akademisi, pesantren dan komunitas. Kami berharap kegiatan ini menjadi langkah awal untuk melahirkan lebih banyak karya dan inisiatif ramah difabel di lingkungan pesantren dan kampus,” ujar Dr. Masriah.

Ia juga menegaskan pentingnya tindak lanjut dari workshop ini agar tidak berhenti pada pelatihan semata. “Tetapi terus berlanjut dalam bentuk kolaborasi, produksi konten, dan advokasi kebijakan yang inklusif terhadap difabel,” tukasnya. []

Baca Juga:  LP2M melalui Pusat Penelitian dan Pengembangan Industri Gelar Seminar Antara Penelitian Tahun Anggaran 2026 Selama Empat Hari

Baca berita menarik lainnya di laman LP2M UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon: https://lp2m.uinssc.ac.id/category/berita/

Scroll to Top