UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon: Mengukur Kontribusi Kampus dalam Pencapaian SDGs melalui UI Green Metric

UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon: Mengukur Kontribusi Kampus dalam Pencapaian SDGs melalui UI Green Metric

UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon: Mengukur Kontribusi Kampus dalam Pencapaian SDGs melalui UI Green Metric

Oleh : Mujib Ubaidillah

(Kepala Pusat Penelitian Pengembangan Industri)

UIN Siber Syekh Nurjati mendapatkan penghargaan UI Green Metric peringkat 831 dunia (dari 1743 PT) , Peringkat 492 Asia (dari 1060 PT), Peringkat 87 Indonesia (dari 196 Perguruan Tinggi Indonesia), peringkat 12 PTKIN.

UI Green Metric bukan sekedar angka, rangking, namun bagaimana warga kampus secara kolaboratif menciptakan ekosistem berkelanjutan. Capaian peringkat UI Green Metric menjadi refleksi sejauh mana kampus memberikan kontribusi pada pencapaian SDGs.

Tahun 2025 UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon mengirim dokumen untuk dievaluasi oleh UI Green Metric. Tujuannya untuk mengukur seberapa besar kontribusi UIN SSC dalam pencapaian SDGs. Terdapat 6 Indikator UI Green Metric : Setting and Infrastructure (Keadaan dan Infrastruktur Kampus), Energy and Climate Change (Energi dan Perubahan Iklim), Waste (Pengelolaan Sampah), Water (Penggunaan Air), Transportation (Transportasi), Education and Research (Pendidikan dan Riset).

Baca Juga:  Rapat Perdana Tim Halal Metric UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

UI Green Metric memotret 6 indikator yang terdiri dari 111 pertanyaan yang harus dijawab dengan argumentatif disertai dengan bukti dokumen yang valid.

Bagaimana kontribusi warga kampus?

Banyak hal yang dapat dilakukan warga kampus untuk mendukung keberlanjutan di perguruan tinggi. Masing-masing mempunyai peran dan tanggung jawab yang berbeda-beda. Langkah kongkret yang mudah dilakukan mahasiswa, dosen, tendik misalnya, membawa Tumbler minim untuk meminimalisir penggunaan plastik, penghematan penghunaan air, pengematan listrik, dan masih banyak lagi.

Bagaimana dengan riset dan PkM?

Riset dan PkM diarahkan untuk mendukung pembangunan keberlanjutan (SDGs). Penelitian lebih diarahkan pada bagaimana menciptakan solusi, bukan sekdar mengidentifikasi masalah. Sehingga penelitian dan PkM akan dirasakan dampaknya oleh masyarakat.

Database Scopus saat ini sudah memetakan publikasi ilmiah dalam pencapaian SDGs (Salah satu penilaian dalam UI Green Metric). Hal ini menunjukkan bagaimana penelitian yang dipublikasikan dapat berdampak dalam pencapaian SDGs.

Scroll to Top