UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon Tempuh Jalur Strategis: Benchmarking ke JPI UIN SGD Bandung, Kejar Indeksasi Scopus Q1

UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon Tempuh Jalur Strategis: Benchmarking ke JPI UIN SGD Bandung, Kejar Indeksasi Scopus Q1

UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon Tempuh Jalur Strategis: Benchmarking ke JPI UIN SGD Bandung, Kejar Indeksasi Scopus Q1

Bandung – Dalam upaya serius dan terukur untuk meningkatkan reputasi ilmiah di kancah global, Pengelola Jurnal UIN Siber Syekh Nurjati (SSC) Cirebon mengambil langkah strategis dengan menggelar kegiatan benchmarking dan klinik jurnal intensif. Kegiatan ini difokuskan ke Jurnal Pendidikan Islam (JPI) UIN Sunan Gunung Djati (SGD) Bandung, sebuah jurnal yang telah memiliki reputasi Internasional terindeks Scopus Q1, pada Kamis hingga Jumat, 14-15 November 2025.

Acara penting ini dipenuhi oleh tokoh-tokoh kunci di bidang publikasi ilmiah dari kedua institusi. Dari UIN SGD Bandung, hadir Dr. Ferli S. Irwansyah, M.Si., selaku Editor in Chief (EIC) JPI, yang memberikan coaching dan panduan langsung yang sangat berharga. Sementara itu, delegasi UIN SSC Cirebon diperkuat oleh kehadiran Dr. Maulidya Ulfah, S.Pd.I., M.Pd.I., Kepala Pusat Pemeringkatan dan Publikasi Ilmiah UIN SSC. Kehadiran Dr. Ulfah menunjukkan komitmen kelembagaan yang kuat. Sebagai pucuk pimpinan di Pusat Pemeringkatan, Dr. Ulfah memiliki peran vital sebagai motor penggerak dan key person yang bertugas memastikan semua jurnal di lingkungan UIN SSC bergerak sinergis menuju target indeksasi internasional.

Kiat Jitu Menembus Scopus dari EIC JPI

Dalam sesi klinik yang berlangsung padat dan interaktif, Dr. Ferli S. Irwansyah memaparkan sejumlah kiat krusial yang harus segera diimplementasikan oleh tim Jurnal PAI dan PGMI UIN SSC jika ingin lolos submit ke Scopus. Kiat-kiat tersebut mencakup aspek teknis, manajerial, hingga etika publikasi:

  1. Kepemilikan ID Scopus Editor: Dr. Ferli menekankan bahwa para Editor jurnal harus memiliki ID Scopus pribadi. Hal ini krusial karena menunjukkan rekam jejak dan kredibilitas editor di kancah internasional, yang menjadi salah satu pertimbangan penting Scopus.
  2. Penajaman Focus and Scope: Jurnal diminta untuk menajamkan atau membuat lebih spesifik fokus dan ruang lingkupnya. Kekhususan ini akan memudahkan Scopus mengidentifikasi posisi dan niche jurnal di bidang ilmu pengetahuan, serta menarik artikel yang lebih spesifik.
  3. Indeksasi Scopus yang Lebih Banyak: Tim harus meningkatkan jumlah artikel yang digunakan sebagai sitasi dan referensi yang juga terindeks Scopus. Ini mengindikasikan bahwa jurnal terlibat dalam ekosistem riset internasional yang berkualitas.
  4. Sembilan Artikel Terbaik: Jurnal perlu menyiapkan dan mengajukan 9 artikel terbaik yang paling relevan dan berkualitas tinggi sebagai modal utama untuk proses submit ke Scopus.
  5. Pencantuman Generator For AI: Penting untuk mencantumkan klausul mengenai penggunaan AI Generator dalam penulisan artikel untuk menjamin transparansi dan kepatuhan pada etika ilmiah modern.
  6. Layout yang Menarik: Dr. Ferli menyarankan perbaikan desain dan layout agar lebih menarik serta profesional, sehingga sesuai dengan standar visual jurnal internasional yang terindeks Scopus.
Baca Juga:  Peluncuran Desa Digital Citemu: Data dari Warga untuk Masa Depan Desa

Pentingnya Backup Jurnal: Sebagai langkah preventif, Dr. Ferli mengingatkan untuk tidak melupakan langkah pencadangan (backup) jurnal secara rutin, mengingat adanya potensi serangan siber seperti judol yang dapat merusak sistem jurnal.

Komitmen Institusi dan Semangat Pasca-Penolakan

Sesi benchmarking ini turut diperkuat dengan kehadiran dua EIC dari jurnal UIN SSC yang telah terakreditasi Sinta 2, yaitu Dr. Siti Maryam Munjiat, S.S., M.Pd.I., EIC Al-Tarbawi Al-Haditsah (Jurnal PAI), dan Ahmad Arifudin, M.Pd., EIC Al Ibtida (Jurnal PGMI).

UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon Tempuh Jalur Strategis: Benchmarking ke JPI UIN SGD Bandung, Kejar Indeksasi Scopus Q1

Dr. Maryam memberikan respons yang sangat positif atas coaching yang diterima. Ia menyatakan kesiapan penuh untuk segera mensubmit Jurnal PAI UIN SSC ke Scopus dengan menerapkan seluruh perbaikan yang sudah diamanatkan oleh Dr. Ferli.

Kesiapan ini juga diamini dan dikuatkan oleh Kepala Pusat Pemeringkatan dan Publikasi Ilmiah UIN SSC, Dr. Ulfah, yang menegaskan komitmen penuh institusi untuk mendukung percepatan jurnal PAI menembus indeksasi internasional.

Terakhir, Dr. Ferli memberikan motivasi penutup, menekankan bahwa jika tim mengalami penolakan (reject) saat submit ke Scopus, mereka harus tetap semangat dan jangan kapok untuk submit lagi setelah melakukan perbaikan yang substansial. Semangat ini secara khusus ditujukan kepada Jurnal PGMI, Al-Ibtida, yang saat ini sedang mempersiapkan pengajuan kedua kalinya ke Scopus.

Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi Jurnal PAI UIN SSC untuk bertransformasi dan meningkatkan kualitas publikasi ilmiah, menegaskan langkah UIN SSC dalam menyongsong rekognisi akademik global.

Scroll to Top