Workshop Optimalisasi OJS: LP2M UINSSC Perkuat Tata Kelola dan Reputasi Jurnal Ilmiah

Lp2m.uinssc.ac.id – Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon melalui Pusat Publikasi Ilmiah dan Pemeringkatan menyelenggarakan Workshop Optimalisasi Open Journal Systems (OJS) untuk Peningkatan Kualitas dan Reputasi Jurnal Ilmiah pada Rabu, 25 Februari 2026, bertempat di Gedung Siber Lantai 4 Ruang Teleconference. Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan seluruh pengelola jurnal di lingkungan kampus sebagai bagian dari agenda penguatan tata kelola publikasi ilmiah berbasis sistem yang terintegrasi.
Acara secara resmi dibuka oleh Sekretaris LP2M, Bapak Wakhit Hasim, M.Hum. Dalam sambutannya, beliau menegaskan pentingnya transformasi tata kelola jurnal sebagai bagian dari penguatan reputasi akademik institusi. Workshop ini dipimpin oleh Kepala Pusat Publikasi Ilmiah dan Pemeringkatan, Ibu Dr. Maulidya Ulfah, M.Pd.I., yang mengoordinasikan jalannya kegiatan dari awal hingga akhir.
Workshop menghadirkan empat narasumber, yaitu Dr. Saluky, M.Kom., Andri Azis Putra, M.Phil., Riyanto, S.T., M.Kom., dan Moh. Habibi, S.Kom., yang membahas aspek strategis dan teknis pengelolaan jurnal berbasis OJS.
Penguatan Tata Kelola OJS untuk Menjaga Kredibilitas Ilmiah
Workshop ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan mendesak untuk memastikan bahwa pengelolaan jurnal ilmiah tidak hanya berjalan secara administratif, tetapi juga memenuhi standar etik dan tata kelola internasional. Dalam sesi pemaparan, narasumber menegaskan bahwa sistem Open Journal Systems (OJS) sebagai platform open source bukan sekadar alat unggah artikel, melainkan sistem manajemen editorial terintegrasi yang menjamin audit trail, transparansi alur kerja, serta dokumentasi keputusan editorial.
Secara konseptual, OJS dirancang untuk memfasilitasi proses submission, penugasan reviewer, peer review, copyediting, hingga produksi dan publikasi artikel. Namun dalam praktiknya, masih ditemukan pengelolaan yang berjalan di luar sistem, seperti review melalui email pribadi atau tidak adanya dokumentasi desk evaluation. Kondisi tersebut berpotensi melemahkan kredibilitas jurnal dan menyulitkan proses akreditasi maupun indeksasi.
Melalui workshop ini, LP2M menekankan pentingnya disiplin editorial, penerapan standar operasional prosedur (SOP), serta konsistensi penggunaan fitur OJS secara penuh. Penekanan juga diberikan pada kepatuhan terhadap prinsip-prinsip etika publikasi yang merujuk pada pedoman Committee on Publication Ethics (COPE), termasuk kebijakan konflik kepentingan (Conflict of Interest), transparansi peer review, dan mekanisme penanganan pelanggaran etik.
Dengan penguatan tata kelola ini, diharapkan jurnal-jurnal di lingkungan UINSSC mampu menjaga objektivitas, meningkatkan kualitas artikel, serta membangun reputasi akademik yang berkelanjutan di tingkat nasional maupun internasional.
Strategi Migrasi, Upgrade, dan Konsolidasi Infrastruktur Jurnal
Dari sisi teknis, workshop ini juga mengulas secara komprehensif progres migrasi dan konsolidasi sistem jurnal di lingkungan UINSSC. Sebelumnya, sebagian jurnal masih menggunakan OJS versi lama dan berada pada hosting eksternal dengan domain terdahulu. Kondisi ini menimbulkan tantangan dari aspek keamanan data, efisiensi biaya, dan konsistensi identitas institusi.
Tim pengelola melakukan langkah strategis berupa repatriasi data dari hosting pihak ketiga ke server internal (on-premise). Setelah itu dilakukan proses upgrade bertahap dari OJS 2 ke OJS 3 guna memastikan tidak ada kerusakan data naskah, riwayat editorial, maupun basis data penulis. Proses ini dilakukan secara estafet dan terukur untuk menjaga integritas sistem.
Tahap berikutnya adalah re-branding dan migrasi domain ke payung resmi institusi uinssc.ac.id. Seluruh jurnal kini terintegrasi dalam domain yang seragam, termasuk pembangunan dashboard utama “Kampung Jurnal” sebagai single gateway publikasi ilmiah. Portal ini memudahkan pimpinan, dosen, maupun masyarakat dalam memantau performa literasi ilmiah kampus secara terpadu.
Langkah konsolidasi ini tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga strategis dalam membangun identitas kelembagaan yang kuat. Dengan infrastruktur yang terpusat dan terstandar, pengelolaan jurnal menjadi lebih profesional, aman, dan siap bersaing dalam ekosistem publikasi global.
Sinkronisasi ARJUNA, ISSN, DOI, dan Visibilitas Digital
Workshop juga membahas aspek krusial pasca-migrasi domain, khususnya terkait sinkronisasi data pada berbagai lembaga dan sistem indeksasi. Migrasi domain tanpa pembaruan metadata berisiko menyebabkan tautan rusak (broken link), gangguan akreditasi, hingga menurunnya visibilitas artikel di mesin pencari.
Pengelola jurnal diarahkan untuk melakukan pembaruan URL OJS pada sistem ARJUNA agar sinkron dengan SINTA. Selain itu, perubahan domain wajib dilaporkan ke ISSN BRIN melalui mekanisme perubahan data resmi dengan melampirkan surat institusi. Langkah ini penting agar identitas jurnal tetap valid secara nasional.
Di sisi internasional, pembaruan metadata DOI pada Crossref menjadi prioritas. Jika tidak diperbarui, DOI yang telah diterbitkan akan tetap mengarah ke domain lama. Workshop menjelaskan dua metode pembaruan, yakni melalui plugin OJS secara otomatis maupun melalui prosedur massal berbasis CSV/XML. Pengujian redirect DOI setelah 1×24 jam juga menjadi bagian dari checklist teknis yang harus dilakukan.
Selain itu, pengelola jurnal diminta mendaftarkan dan memverifikasi domain baru di Google Search Console, mengaktifkan sitemap OJS, serta memastikan file gs_google_scholar.xml dapat diakses agar proses crawling oleh Google Scholar tetap optimal. Sinkronisasi ini merupakan bagian dari strategi menjaga reputasi dan keterindeksan jurnal secara berkelanjutan.
Komitmen LP2M Membangun Budaya Publikasi yang Transparan dan Akuntabel
Secara keseluruhan, workshop ini menjadi momentum konsolidasi kelembagaan dalam membangun budaya publikasi ilmiah yang transparan, akuntabel, dan berorientasi mutu. LP2M UINSSC menegaskan bahwa keterbukaan dalam OJS bukan sekadar kemudahan akses, tetapi kesiapan untuk diaudit, dievaluasi, dan dipertanggungjawabkan secara akademik maupun etik.
Evaluasi tahunan tata kelola jurnal akan dilakukan melalui monitoring indikator kinerja (KPI), audit metadata, validasi DOI dan XML, serta penguatan keamanan sistem termasuk pembaruan versi OJS dan backup rutin database. Penguatan database reviewer terkurasi dan verifikasi identitas berbasis keahlian juga menjadi prioritas guna mencegah praktik manipulatif seperti fake reviewer maupun citation coercion.
Melalui langkah sistematis dan kolaboratif ini, LP2M UINSSC meneguhkan komitmennya untuk menjadikan publikasi ilmiah sebagai pilar utama penguatan reputasi akademik institusi di era transformasi digital. []



