LP2M UIN Siber Syekh Nurjati Gelar Rapat Koordinasi Tata Kelola Sampah untuk Mendukung Green Campus

LP2M UIN Siber Syekh Nurjati Gelar Rapat Koordinasi Tata Kelola Sampah untuk Mendukung Green Campus

LP2M UIN Siber Syekh Nurjati Gelar Rapat Koordinasi Tata Kelola Sampah untuk Mendukung Green Campus

Lp2m.uinssc.ac.id – Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon menggelar rapat koordinasi tata kelola sampah sebagai bagian dari upaya mewujudkan konsep green campus di lingkungan kampus. Rapat yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom pada Senin, 2 Maret 2026 tersebut diikuti oleh pimpinan universitas, para dekan fakultas, dosen, serta tim penggerak lingkungan kampus di lingkungan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon.

Kegiatan ini bertujuan membahas strategi pengelolaan sampah yang lebih terstruktur dan berkelanjutan guna mendukung pengembangan kampus hijau serta meningkatkan kesadaran lingkungan bagi seluruh civitas akademika.

Komitmen UINSSC Membangun Green Campus melalui Tata Kelola Sampah

Rapat koordinasi ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat komitmen UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dalam membangun tata kelola lingkungan kampus yang berkelanjutan. Dalam paparan awal disampaikan bahwa pengelolaan sampah merupakan salah satu aspek penting dalam pengembangan konsep green campus yang saat ini terus dikembangkan oleh berbagai perguruan tinggi di dunia.

Pengelolaan sampah yang baik di lingkungan kampus tidak hanya bertujuan menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat, tetapi juga menjadi bagian dari upaya mendukung pembangunan berkelanjutan. Dalam konteks global, program ini sejalan dengan upaya mendukung SDG’s 12 – Responsible Consumption and Production, yang menekankan pentingnya praktik konsumsi dan produksi yang lebih bertanggung jawab melalui pengurangan limbah dan pengelolaan sampah yang efektif.

Selain itu, penguatan tata kelola lingkungan kampus juga mendukung terciptanya lingkungan pendidikan yang berkelanjutan sebagaimana tercermin dalam SDG’s 11 – Sustainable Cities and Communities, yang mendorong terciptanya komunitas yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Melalui pengembangan konsep green campus, UINSSC berupaya menjadikan kampus sebagai ruang pembelajaran yang tidak hanya fokus pada kegiatan akademik, tetapi juga membangun kesadaran ekologis di kalangan mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan. Konsep ini juga diharapkan mampu menciptakan lingkungan kampus yang lebih hijau, bersih, serta nyaman bagi seluruh civitas akademika.

Evaluasi Program Pengelolaan Sampah yang Telah Berjalan

Dalam rapat tersebut juga dipaparkan berbagai kegiatan yang telah dilakukan oleh tim penggerak green campus dalam mengelola sampah di lingkungan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon. Sejumlah program telah berjalan sejak tahun 2025 sebagai langkah awal dalam membangun sistem pengelolaan sampah yang lebih terstruktur.

Kegiatan pengelolaan sampah di lingkungan kampus juga didukung oleh keterlibatan mahasiswa yang tergabung dalam Ecomove, sebuah Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang baru dibentuk pada tahun 2026 dan bergerak dalam pengelolaan serta edukasi lingkungan di UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon.

Melalui kegiatan tersebut, sampah organik dipisahkan dan diangkut ke tempat pembuangan sementara kampus, sementara sampah non-organik yang masih memiliki nilai ekonomis dipilah untuk didaur ulang.

Kegiatan tersebut tidak hanya bertujuan mengurangi volume sampah di lingkungan kampus, tetapi juga menjadi sarana edukasi lingkungan bagi mahasiswa. Upaya ini sejalan dengan semangat SDG’s 4 – Quality Education, di mana perguruan tinggi memiliki peran penting dalam membentuk generasi yang memiliki kesadaran terhadap pentingnya menjaga lingkungan.

Baca Juga:  DILAKSANAKAN SECARA DARING, CPNS PADA LP2M IAIN CIREBON SUKSES PRESENTASI RANCANGAN AKTUALISASI LATSAR KEMENAG 2021

Selain kegiatan operasional, tim penggerak green campus juga telah melakukan koordinasi dengan pihak rektorat serta bagian perencanaan terkait pembangunan fasilitas pengelolaan sampah di lingkungan kampus. Upaya tersebut menunjukkan adanya komitmen institusi untuk membangun sistem pengelolaan lingkungan yang lebih terstruktur dan berkelanjutan.

Melalui berbagai langkah awal ini, UINSSC mulai membangun fondasi pengelolaan sampah yang tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga edukatif dan partisipatif bagi seluruh civitas akademika.

Rencana Pengembangan Fasilitas Pengelolaan Sampah Kampus

Salah satu topik utama yang dibahas dalam rapat koordinasi ini adalah rencana pembangunan fasilitas pengelolaan sampah di lingkungan kampus. Fasilitas tersebut direncanakan menjadi pusat kegiatan pemilahan, penyimpanan sementara, serta pengolahan sampah yang dihasilkan dari berbagai aktivitas di lingkungan universitas.

Konsep Tata Kelola Sampah UINSSC

Dalam pemaparan tim perencanaan disebutkan bahwa konsep ruang pengelolaan sampah telah disusun dan mendapatkan respons positif dari pihak perencanaan kampus. Rencana pembangunan fasilitas ini diharapkan dapat direalisasikan pada tahun 2026 dengan mempertimbangkan kebutuhan sarana dan prasarana yang mendukung pengelolaan sampah secara optimal.

Sambil menunggu pembangunan fasilitas permanen, rapat juga membahas kemungkinan penyediaan ruang sementara yang dapat digunakan untuk kegiatan pengumpulan dan pemilahan sampah. Langkah ini dianggap penting agar proses pengelolaan sampah dapat tetap berjalan secara efektif.

Pengembangan fasilitas pengelolaan sampah ini juga diharapkan mampu memberikan kontribusi terhadap upaya pengurangan dampak lingkungan serta mendukung aksi mitigasi perubahan iklim. Hal ini sejalan dengan komitmen terhadap SDG’s 13 – Climate Action, yang menekankan pentingnya berbagai langkah nyata dalam mengurangi dampak negatif aktivitas manusia terhadap lingkungan.

Dengan adanya fasilitas yang memadai, diharapkan sistem pengelolaan sampah di UINSSC dapat berjalan lebih terintegrasi serta menjadi contoh praktik pengelolaan lingkungan yang baik di lingkungan perguruan tinggi.

Sinergi Civitas Akademika Mewujudkan Kampus Berkelanjutan

Rapat koordinasi ini juga menegaskan bahwa keberhasilan program pengelolaan sampah di lingkungan kampus sangat bergantung pada keterlibatan seluruh civitas akademika. Oleh karena itu, diperlukan sinergi antara pimpinan universitas, fakultas, mahasiswa, serta unit-unit kerja dalam menjalankan berbagai program green campus.

Dalam diskusi rapat disampaikan gagasan pembentukan tim pengelolaan sampah di setiap unit kerja yang melibatkan unsur dosen, tenaga kependidikan, serta mahasiswa. Tim tersebut diharapkan mampu menjadi penggerak utama dalam menjalankan berbagai program lingkungan di tingkat fakultas maupun unit kerja.

Selain itu, berbagai langkah strategis juga diusulkan, seperti pengurangan penggunaan plastik sekali pakai, peningkatan digitalisasi administrasi, serta kampanye kesadaran lingkungan bagi mahasiswa dan organisasi kemahasiswaan.

Kolaborasi berbagai pihak ini sejalan dengan prinsip SDG’s 17 – Partnerships for the Goals, yang menekankan pentingnya kemitraan dan kerja sama dalam mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan.

Melalui kerja sama yang kuat serta dukungan kebijakan institusi, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon optimis dapat membangun sistem pengelolaan sampah yang lebih baik serta mewujudkan lingkungan kampus yang hijau, bersih, dan berkelanjutan. []

 

Scroll to Top