Pembukaan Pendaftaran Program Pendanaan Riset Indonesia Bangkit Tahun 2026 Resmi Dibuka

Pembukaan Pendaftaran Program Pendanaan Riset Indonesia Bangkit Tahun 2026 Resmi Dibuka

Pembukaan Pendaftaran Program Pendanaan Riset Indonesia Bangkit Tahun 2026 Resmi Dibuka

Cirebon, 05 Juni 2026Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon menginformasikan bahwa Kementerian Agama Republik Indonesia bekerja sama dengan LPDP Kementerian Keuangan Republik Indonesia resmi membuka Program Pendanaan Riset Indonesia Bangkit Tahun 2026. Program ini menjadi salah satu upaya strategis dalam memperkuat ekosistem penelitian nasional melalui pendanaan riset yang berkualitas, kolaboratif, dan berdampak bagi masyarakat. Pendaftaran program dibuka mulai 20 Mei 2026 hingga 24 Juni 2026 pukul 17.00 WIB melalui platform eRISPRO-LPDP. Program ini ditujukan bagi dosen Perguruan Tinggi Keagamaan, dosen Ma’had Aly, serta dosen Fakultas Agama Islam pada Perguruan Tinggi Umum.

Pendanaan Riset Indonesia Bangkit Dibuka untuk Dosen dan Peneliti

Program Pendanaan Riset Indonesia Bangkit merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam mendukung pengembangan penelitian yang mampu menjawab berbagai tantangan pembangunan nasional. Melalui program ini, Kementerian Agama bersama LPDP memberikan kesempatan kepada akademisi dan peneliti untuk menghasilkan riset yang memiliki kontribusi nyata bagi masyarakat.

Sasaran penerima program meliputi dosen pada Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri maupun Swasta, dosen Ma’had Aly, serta dosen Fakultas Agama Islam pada Perguruan Tinggi Umum. Kehadiran program ini diharapkan dapat memperluas partisipasi peneliti dalam menghasilkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan bangsa.

Selain memberikan dukungan pendanaan, program ini juga mendorong peningkatan kualitas penelitian melalui mekanisme seleksi yang terukur dan berbasis mutu. Dengan demikian, setiap proposal yang didanai diharapkan mampu menghasilkan luaran akademik maupun produk inovatif yang bermanfaat bagi masyarakat luas.

Program Pendanaan Riset Indonesia Bangkit tidak hanya berorientasi pada publikasi ilmiah. Lebih dari itu, program ini dirancang untuk memperkuat sinergi antara dunia akademik, pemerintah, industri, komunitas, dan masyarakat dalam menciptakan solusi atas berbagai persoalan strategis di Indonesia.

Pendaftaran Riset Indonesia Bangkit Melalui eRISPRO-LPDP

Proses Pendaftaran Riset Indonesia Bangkit dilakukan secara daring melalui platform eRISPRO-LPDP. Sistem ini menjadi media resmi yang digunakan untuk pengajuan proposal, verifikasi administrasi, proses seleksi, hingga pemantauan pelaksanaan program. Berdasarkan pedoman program, seluruh tahapan pendaftaran dan pengelolaan proposal dilakukan melalui platform tersebut.

Calon pengusul diwajibkan membuat akun dan melengkapi dokumen yang dipersyaratkan sebelum mengirimkan proposal penelitian. Selanjutnya, proposal yang masuk akan melalui tahapan seleksi administrasi untuk memastikan kelengkapan dokumen dan kesesuaian persyaratan yang ditetapkan.

Setelah lolos seleksi administrasi, proposal akan memasuki tahap seleksi substansi. Pada tahap ini, reviewer akan melakukan penilaian terhadap kualitas proposal, relevansi tema penelitian, potensi dampak, serta kelayakan pelaksanaan kegiatan riset. Tahapan berikutnya meliputi reviu anggaran dan luaran sebelum dilakukan penetapan penerima program. Proses seleksi tersebut menjadi bagian dari skema yang telah ditetapkan dalam Pedoman Pendanaan Riset Indonesia Bangkit Tahun 2026.

Baca Juga:  CILEM UIN SSC Membedah Keunikan Gerakan Kongres Ulama Perempuan Indonesia

Melalui mekanisme yang transparan dan kompetitif, program ini diharapkan mampu menjaring proposal terbaik yang memiliki nilai kebaruan, kualitas metodologi yang kuat, serta kontribusi yang signifikan bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan pembangunan nasional.

Program Riset Kementerian Agama Dorong Kolaborasi dan Inovasi

Sebagai salah satu program unggulan, Program Riset Kementerian Agama mengedepankan pendekatan kolaboratif dalam pelaksanaan penelitian. Program ini mendorong terbentuknya kerja sama antara perguruan tinggi, lembaga penelitian, pemerintah, dunia usaha, komunitas, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Pendekatan kolaborasi tersebut sejalan dengan konsep multi-helix yang menjadi salah satu fokus utama program. Melalui kerja sama lintas sektor, hasil penelitian diharapkan tidak hanya berhenti pada tataran akademik, tetapi juga dapat diterapkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat dan mendukung pengambilan kebijakan publik.

Selain itu, program ini memberikan ruang bagi lahirnya berbagai inovasi yang berpotensi meningkatkan daya saing bangsa. Inovasi tersebut dapat berupa model pemberdayaan masyarakat, pengembangan teknologi tepat guna, rekomendasi kebijakan, maupun produk pengetahuan yang memberikan manfaat nyata bagi pembangunan nasional.

Kementerian Agama juga menempatkan peningkatan kualitas luaran penelitian sebagai prioritas. Oleh karena itu, setiap proposal yang diajukan perlu menunjukkan target luaran yang jelas, terukur, dan memiliki kontribusi yang relevan terhadap pengembangan ilmu pengetahuan maupun penyelesaian persoalan sosial keagamaan.

Riset Berdampak untuk Negeri Jadi Fokus Utama Program

Fokus utama Program Pendanaan Riset Indonesia Bangkit Tahun 2026 adalah mewujudkan Riset Berdampak untuk Negeri. Konsep ini menegaskan bahwa penelitian yang didanai harus mampu menghasilkan manfaat yang dapat dirasakan secara langsung maupun tidak langsung oleh masyarakat.

Riset yang dihasilkan diharapkan dapat memberikan solusi terhadap berbagai tantangan pembangunan, baik dalam bidang pendidikan, sosial, ekonomi, keagamaan, lingkungan, maupun teknologi. Dengan demikian, hasil penelitian tidak hanya menjadi dokumen akademik, tetapi juga menjadi instrumen perubahan yang mendukung kemajuan bangsa.

Di sisi lain, program ini juga berupaya memperkuat budaya penelitian yang berkualitas di lingkungan pendidikan tinggi keagamaan. Melalui dukungan pendanaan yang kompetitif dan sistem seleksi yang akuntabel, peneliti didorong untuk menghasilkan karya ilmiah yang unggul dan memiliki nilai strategis bagi Indonesia.

Selanjutnya, hasil penelitian yang memperoleh pendanaan diharapkan mampu meningkatkan reputasi akademik lembaga, memperluas jejaring kolaborasi nasional maupun internasional, serta memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam pembangunan berkelanjutan.

Melalui Program Pendanaan Riset Indonesia Bangkit Tahun 2026, Kementerian Agama dan LPDP memberikan kesempatan kepada para akademisi untuk mengembangkan penelitian yang inovatif, kolaboratif, dan berdampak. Oleh karena itu, dosen dan peneliti yang memenuhi persyaratan dapat segera melakukan pendaftaran melalui laman resmi Program Pendanaan Riset Indonesia Bangkit sebelum batas waktu yang telah ditentukan. []

Link PendaftaranPendanaan Riset Indonesia Bangkit

https://risprolpdp.kemenkeu.go.id

Materi Presentasi: Download

Pedoman : Download

Format Lembar Pengesahan dan Rekomendasi : Download

 

Scroll to Top