SIS Forum Malaysia Dorong Pendidikan Seksual Komprehensif untuk Perempuan
Oleh: Viqia Sastrawardana

Lp2m.uinssc.ac.id – Sisters in Islam (SIS) Forum Malaysia menyoroti pentingnya pembahasan mengenai hak kesehatan seksual dan reproduktif (SRHR) bagi perempuan melalui webinar bertajuk “Sebelum Bergelar Isteri: Apa Perempuan Perlu Tahu?”.
Kegiatan ini bertujuan memperkuat pemahaman perempuan agar mampu mengenali, melindungi, dan menuntut hak mereka terkait kesehatan tubuh serta relasi seksual yang aman dan setara.
Isu pelanggaran hak seksual dan reproduktif di lingkungan keluarga maupun sekolah menunjukkan bahwa pendidikan seksual komprehensif masih minim di Malaysia.
Menurut Rozana Isa, Pengarah Eksekutif SIS, pembicaraan soal seksualitas masih dianggap tabu, sehingga banyak perempuan tidak memiliki akses terhadap informasi yang akurat mengenai tubuh dan hak pribadinya.
Melalui forum ini, SIS berupaya memperkuat posisi perempuan agar mampu membuat keputusan sendiri terkait kesehatan tubuh dan seksualitasnya.
Peran Pemerintah dan Masyarakat dalam Memperkuat SRHR
SIS juga mendorong keterlibatan aktif berbagai pihak—termasuk pemerintah, lembaga pendidikan, dan organisasi masyarakat sipil—untuk memperjuangkan hak kesehatan seksual dan reproduktif perempuan.
Pendidikan seksual yang komprehensif diyakini dapat membantu perempuan memahami batasan aman, menghindari paksaan, mencegah kehamilan yang tidak direncanakan, penyakit menular seksual, serta berbagai masalah sosial seperti pernikahan dini dan pelecehan seksual.
Selain itu, SIS menyerukan dukungan dari Kementerian Kesihatan dan Kementerian Pendidikan agar kebijakan yang diambil berbasis bukti ilmiah dan berpihak pada keselamatan serta kesejahteraan perempuan.
SIS juga mengajak masyarakat untuk membuka ruang diskusi yang sehat tentang SRHR sejak usia dini, karena memperkuat pemahaman perempuan berarti memperkuat ketahanan sosial dan masa depan bangsa.
SIS menegaskan bahwa pengetahuan tentang kesehatan seksual dan reproduktif tidak hanya penting bagi perempuan, tetapi juga bagi laki-laki, agar tumbuh rasa hormat dan tanggung jawab bersama terhadap tubuh dan hak setiap individu.
Singkatnya, pendidikan seksual yang terbuka, ilmiah, dan menyeluruh harus menjadi bagian dari kurikulum nasional agar generasi muda tumbuh dengan pemahaman yang benar tentang kesehatan, kesetaraan, dan tanggung jawab dalam relasi gender.
Lihat dokumentasi lengkap kegiatan ini di Instagram LP2M UIN SSC.
Baca artikel menarik lainnya di laman LP2M UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon: https://lp2m.uinssc.ac.id/category/berita/



