Workshop UI GreenMetric 2026 Dorong Reputasi Kampus Berkelanjutan

Cirebon, 9 April 2026 – Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon melalui Pusat Publikasi Ilmiah dan Pemeringkatan menyelenggarakan Workshop Peningkatan Reputasi Kampus melalui Optimalisasi UI GreenMetric Tahun 2026. Kegiatan ini dilaksanakan secara hybrid, yakni luring di Ruang Teleconference Lantai 4 Gedung Siber serta daring melalui Zoom Meeting. Workshop ini diikuti oleh civitas academica yang terdiri dari dosen, tenaga kependidikan, serta perwakilan unit kerja di lingkungan kampus.
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman tentang pemeringkatan UI GreenMetric serta mendorong kontribusi aktif seluruh elemen kampus dalam mewujudkan tata kelola perguruan tinggi berkelanjutan. Workshop menghadirkan narasumber kompeten, yakni Suci Wulan Pawhestri, M.Si. dari UIN Raden Intan Lampung, yang merupakan speaker dalam ajang The 4th National Sustainability Leader Meeting UI GreenMetric 2024. Antusiasme peserta terlihat dari kehadiran aktif baik secara langsung maupun virtual yang mengikuti rangkaian kegiatan sejak pagi hingga selesai.
Melalui kegiatan ini, LP2M berharap mampu memperkuat strategi peningkatan reputasi kampus berbasis indikator keberlanjutan global. Workshop ini juga menjadi bagian penting dalam upaya peningkatan daya saing institusi di tingkat nasional maupun internasional.
Pemahaman 7 Indikator UI GreenMetric Jadi Fokus Utama Workshop
Workshop UI GreenMetric 2026 ini menitikberatkan pada pemahaman mendalam mengenai tujuh indikator utama dalam penilaian UI GreenMetric. Ketujuh indikator tersebut meliputi Setting and Infrastructure, Energy and Climate Change, Waste, Water, Transportation, Education, dan Research. Dalam sesi pemaparan materi, narasumber menjelaskan secara sistematis bagaimana setiap indikator memiliki kontribusi signifikan terhadap penilaian kampus hijau di tingkat global.
Peserta mendapatkan wawasan terkait strategi implementasi indikator tersebut dalam konteks kampus, termasuk pengelolaan limbah, efisiensi energi, konservasi air, serta pengembangan kurikulum berbasis keberlanjutan. Selain itu, narasumber juga membagikan pengalaman praktis dalam meningkatkan skor UI GreenMetric melalui pendekatan kolaboratif antar unit kerja.
Diskusi interaktif menjadi salah satu bagian penting dalam workshop ini. Para peserta aktif mengajukan pertanyaan serta berbagi pengalaman terkait praktik baik yang telah dilakukan di unit masing-masing. Hal ini menciptakan suasana kolaboratif yang memperkaya pemahaman peserta terhadap implementasi konsep green campus.
Dengan fokus pada tujuh indikator UI GreenMetric, workshop ini diharapkan mampu memberikan arah yang jelas bagi pengembangan kebijakan kampus berkelanjutan yang terintegrasi dan berkelanjutan.
Strategi Kolaboratif Tingkatkan Daya Saing Global Kampus
Dalam workshop ini, aspek kolaborasi menjadi salah satu poin penting yang ditekankan oleh penyelenggara. LP2M mendorong seluruh civitas academica untuk bersinergi dalam menyusun strategi peningkatan reputasi kampus melalui optimalisasi UI GreenMetric. Kolaborasi lintas unit kerja dinilai menjadi kunci dalam mencapai target peningkatan peringkat kampus di tingkat internasional.
Narasumber menyampaikan bahwa keberhasilan implementasi UI GreenMetric tidak hanya bergantung pada satu unit, melainkan memerlukan keterlibatan aktif seluruh elemen kampus. Oleh karena itu, diperlukan koordinasi yang baik antara fakultas, lembaga, hingga unit pendukung lainnya. Strategi kolaboratif ini mencakup penguatan kebijakan, pengembangan program berkelanjutan, serta dokumentasi kegiatan yang mendukung indikator penilaian.
Selain itu, peserta juga diberikan panduan dalam menyusun rencana aksi berbasis data dan eviden yang dapat mendukung proses pelaporan UI GreenMetric. Hal ini penting untuk memastikan bahwa setiap kegiatan yang dilakukan dapat terukur dan berdampak nyata terhadap peningkatan skor kampus.
Dengan pendekatan kolaboratif, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon diharapkan mampu meningkatkan daya saing global serta memperkuat posisinya sebagai kampus yang berkomitmen terhadap keberlanjutan lingkungan.[]



