SIS Mengajak Dunia Bersatu Mendukung Perdamaian untuk Rakyat Palestina
Oleh: Viqia Sastrawardana

Lp2m.uinssc.ac.id – Sisters in Islam (SIS) Forum Malaysia menyatakan sikap tegas menolak segala bentuk kekerasan dan genosida yang dilakukan terhadap rakyat Palestina oleh Israel.
Sejak serangan agresif pada 7 Oktober 2023, kekerasan tiada henti menghantam kehidupan warga Palestina, terutama perempuan dan anak-anak. Berita duka yang datang setiap hari menjadi pengingat nyata akan pentingnya segera mewujudkan gencatan senjata permanen dan perdamaian yang berkeadilan.
Kehidupan masyarakat Palestina kini berada dalam kondisi sangat memprihatinkan. Selain menghadapi ancaman serangan militer, mereka juga kesulitan mendapatkan kebutuhan dasar seperti makanan, air bersih, tempat berlindung, dan obat-obatan. Situasi ini memperparah penderitaan rakyat yang telah lama hidup di bawah blokade dan ketidakpastian.
Menurut data Kementerian Kesehatan Gaza, sejak 7 Oktober 2023 lebih dari 23.400 warga Palestina meninggal dunia, dan hampir 60.000 orang terluka akibat serangan Israel. Setiap hari, sekitar 250 orang tewas, sebagian besar adalah perempuan dan anak-anak. Kondisi di Gaza kini semakin tidak layak dihuni, dengan ancaman kelaparan yang kian parah karena terhambatnya akses bantuan kemanusiaan.
Langkah hukum yang diambil Afrika Selatan melalui Mahkamah Internasional (ICJ) pada awal Januari 2024 atas dugaan genosida terhadap rakyat Gaza menjadi momentum penting bagi dunia untuk menegakkan hukum internasional dan menuntut keadilan. Kasus ini menunjukkan adanya kesadaran global bahwa penderitaan rakyat Palestina tidak boleh lagi diabaikan.
Dukungan Global Diperlukan untuk Memastikan Hak Pendidikan Perempuan Afghanistan Terpenuhi
Sisters in Islam (SIS) menyerukan penghentian segera segala bentuk kekerasan terhadap rakyat Palestina. SIS menyoroti penderitaan mendalam yang dialami warga sipil—terutama perempuan dan anak-anak—yang kehilangan keluarga, tempat tinggal, dan hak dasar untuk hidup aman.
SIS juga mengajak komunitas internasional, lembaga-lembaga kemanusiaan, dan masyarakat global untuk bersatu mengecam kekerasan, mendukung gencatan senjata permanen, dan memastikan akses kemanusiaan yang aman ke wilayah Gaza.
“Perdamaian sejati tidak akan pernah terwujud tanpa keadilan,” demikian pernyataan SIS. Organisasi ini menegaskan bahwa solidaritas global sangat dibutuhkan untuk mengakhiri penderitaan rakyat Palestina serta menegakkan hak asasi manusia dan martabat bagi semua. []
Lihat dokumentasi lengkap kegiatan ini di Instagram LP2M UIN SSC.
Baca artikel menarik lainnya di laman LP2M UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon: https://lp2m.uinssc.ac.id/category/berita/



