Khadijah Ra: Perempuan Kaya, Bijak, dan Penopang Dakwah Rasulullah

Khadijah Ra: Perempuan Kaya, Bijak, dan Penopang Dakwah Rasulullah

Oleh: Viqia Sastrawardana

Khadijah Ra: Perempuan Kaya, Bijak, dan Penopang Dakwah Rasulullah

Lp2m.uinssc.ac.id – Dalam sejarah Islam, nama Siti Khadijah binti Khuwailid selalu dikenang sebagai perempuan luar biasa. Ia bukan hanya istri Rasulullah Muhammad SAW, tetapi juga mitra setia dalam perjuangan dakwah.

Kisah hidupnya tidak sekadar cerita romantis rumah tangga Nabi, melainkan pelajaran berharga tentang kesetaraan gender dan kontribusi perempuan dalam perubahan sosial.

Apalagi di tengah masyarakat Arab pra-Islam yang patriarkal, Khadijah membuktikan bahwa perempuan bisa mandiri, berpengaruh, dan setara dengan laki-laki.

Perempuan Sukses di Tengah Masyarakat Patriarkal

Khadijah lahir sekitar tahun 555 M di Mekah dari keluarga Quraisy terpandang. Sejak muda ia dikenal dengan sebutan At-Thahirah (yang suci) karena integritas dan kecerdasannya.

Berbeda dengan norma sosial saat itu, Khadijah mengelola bisnis keluarga dan berhasil menjadi pedagang sukses. Ia mengirim kafilah dagang hingga ke Syam (Suriah) dan Yaman. Pada usia 40 tahun, Khadijah sudah menjadi salah satu perempuan terkaya di Mekkah dan mempekerjakan banyak pria untuk mengelola perdagangannya.

Kisah ini menunjukkan bahwa Islam sejak awal memberi ruang bagi perempuan untuk berperan aktif di bidang ekonomi dan sosial. Di era ketika perempuan sering dianggap sebagai “properti”, Khadijah membuktikan bahwa gender bukanlah penghalang untuk sukses.

Bahkan, ia mempercayakan pengelolaan dagangnya kepada Muhammad bin Abdullah, seorang pemuda jujur berusia 25 tahun. Keputusan ini bukan karena faktor keluarga, melainkan karena kapasitas dan integritas Muhammad.

Dari sini kita belajar bahwa kesetaraan gender berawal dari pengakuan terhadap kemampuan dan hak perempuan dalam membuat keputusan finansial maupun profesional.

Perjuangan Bersama Rasulullah

Peran Khadijah tidak berhenti pada urusan bisnis. Ketika wahyu pertama turun, Khadijah adalah orang pertama yang mendukung dan menenangkan Rasulullah. Dalam masa-masa sulit, ia menjadi penopang spiritual, emosional, dan material bagi perjuangan Islam.

Baca Juga:  Anak Korban Bukan Penjahat: Meluruskan Wacana Hukum yang Keliru di Malaysia

Ketika kaum Quraisy memberlakukan boikot terhadap keluarga Nabi dan kaum Muslimin (616–619 M), Khadijah turut merasakan penderitaan di lembah Syi’b Abi Thalib.

Kekayaannya habis untuk menopang perjuangan, memberi makan kaum Muslimin yang kelaparan. Meski menghadapi ancaman dan kesulitan, ia tetap teguh mendampingi Rasulullah hingga akhir hayatnya pada tahun 619 M—tahun yang kemudian dikenal sebagai ‘Aamul Huzn (Tahun Kesedihan).

Oleh karena itu, Khadijah tidak hanya berperan sebagai istri dan ibu dari enam anak Rasulullah, termasuk Fatimah az-Zahra. Lebih dari itu, ia adalah penasihat strategis yang bijak. Peran publik yang dijalankannya menunjukkan bahwa perempuan dapat berkontribusi di ranah sosial, politik, dan spiritual tanpa kehilangan identitas feminin.

Al-Qur’an sendiri menegaskan prinsip keadilan gender, sebagaimana dalam QS. An-Nisa: 19 yang melarang perlakuan sewenang-wenang terhadap perempuan.

Khadijah menjadi teladan nyata penerapan ayat ini. Rasulullah SAW pun memuji, “Khadijah adalah wanita terbaik di zamannya,” menegaskan kedudukan perempuan sebagai mitra sejajar dalam kehidupan.

Dengan begitu, kisah Khadijah mengajarkan bahwa kesetaraan bukanlah persaingan, melainkan kemitraan yang saling menguatkan. Dalam kehidupan modern, teladannya relevan bagi perempuan untuk mandiri secara ekonomi dan spiritual, sekaligus mengingatkan laki-laki untuk menghargai peran dan kontribusi perempuan.

Khadijah menjadi simbol perjuangan kesetaraan gender. Dari dirinya kita belajar bahwa keadilan dan penghormatan antar gender adalah fondasi masyarakat yang adil, harmonis, dan penuh kasih sayang. []

Lihat dokumentasi lengkap kegiatan ini di Instagram LP2M UIN SSC.

Baca artikel menarik lainnya di laman LP2M UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon: https://lp2m.uinssc.ac.id/category/berita/

Scroll to Top