Aksi Solidaritas “Beli Makanan untuk Ojol” dari Malaysia
Oleh: Khofifah Alawiyah
Indonesia tengah diguncang gelombang protes menolak ketidakadilan ekonomi. Ratusan ribu rakyat turun ke jalan, menyuarakan kemarahan atas kebijakan tunjangan fantastis bagi anggota DPR.
Ketimpangan yang mencolok membuat publik kian geram. Ketika gaji rata-rata pekerja Indonesia hanya sekitar Rp3 juta per bulan, tunjangan perumahan DPR mencapai Rp50 juta.
Demonstrasi yang awalnya damai, akhirnya berubah ricuh. Seorang pengemudi ojek online, Affan Kurniawan, meregang nyawa akibat bentrokan.
Tuntutan Rakyat
Gelombang aksi ini semakin ramai di jagat maya ketika sejumlah influencer, di antaranya Jovial da Lopez, Jerome Polin, dan Salsa. Mereka merumuskan gerakan 17+8 Tuntutan Rakyat yang bukan hanya sekadar protes, tetapi seruan reformasi menyeluruh.
Isi tuntutan menyasar berbagai institusi:
Pertama, Kepada Presiden Prabowo Subianto: menarik TNI dari pengamanan sipil dan membentuk tim investigasi independen untuk mengusut kasus kekerasan.
Kedua, Kepada DPR: membekukan kenaikan gaji dan tunjangan serta memublikasikan anggaran secara transparan.
Ketiga, Kepada Partai Politik: memecat kader bermasalah dan membuka ruang dialog dengan masyarakat.
Keempat, Kepada Kepolisian dan TNI: membebaskan demonstran yang ditahan, menghentikan kekerasan, dan tidak lagi terlibat dalam urusan sipil.
Kelima, Kepada Kementerian Ekonomi: memastikan upah layak dan melindungi buruh kontrak dari ancaman PHK massal.
Selain itu, delapan tuntutan tambahan diajukan dengan tenggat waktu satu tahun, mulai dari pengesahan RUU Perampasan Aset Koruptor hingga reformasi kepemimpinan di kepolisian.
Semua itu mencerminkan betapa dalamnya krisis yang dihadapi Indonesia sekaligus keseriusan rakyat dalam menuntut perubahan.
Gerakan Kemanusiaan dari Negeri Jiran
Di tengah gejolak di tanah air, dukungan moral datang dari negeri Jiran. Warga Malaysia menunjukkan solidaritas dengan cara yang sederhana namun bermakna: memesan makanan lewat aplikasi daring di kota-kota besar Indonesia, lalu menuliskan catatan khusus, “Untuk driver atau yang membutuhkan. Tidak perlu diantarkan, silakan dimanfaatkan.”
Makanan dan minuman itu pun langsung bisa dinikmati para pengemudi ojek online yang berjuang di tengah demonstrasi, kelompok yang sering ikut terdampak konflik jalanan.
Gerakan ini dipelopori komunitas SIS Forum Malaysia. Melalui akun Instagram, mereka mengajak publik Malaysia untuk turut menyuarakan solidaritas. “Hati kami bersama rakyat Indonesia,” tulis mereka.
Baca juga: Aksi Solidaritas Beli Makanan untuk Ojol di Indonesia dari SIS Forum Malaysia
Lihat dokumentasi lengkap kegiatan ini di Instagram LP2M UIN SSC.
Baca artikel menarik lainnya di laman LP2M UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon: https://lp2m.uinssc.ac.id/category/berita/




